Tujuan dan Manfaat Akikah (2)

By:
Categories: Fikih, Hikmah, Uncategorized
No Comments

 

Akikah (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, Di samping itu, akikah juga bertujuan untuk mendidik anak menjadi hamba yang dekat dengan Allah SWT.

Sebab, akikah itu sendiri adalah tindakan berkurban. Perbedaannya dengan qurab (kurban) pada hari Idul Adha terletak pada syariatnya.

“Jika kurban pada bulan Dzulhijjah disyariatkan sehubungan dengan peristiwa haji, dan tertentu bagi yang mampu serta memiliki kehendak yang sama dengan prosesi haji, sedangkan akikah adalah kurban hewan untuk diri pribadi sebagai penebusan terhadap jiwa anak yang baru lahir,” jelas KH Sholikhin.

Dan secara khusus, tujuan dan manfaat akikah adalah merupakan bentuk syukur atas anugerah yang diberikan Allah kepada seorang Muslim, dengan kehadiran buah hati dalam kehidupan keluarganya.

Potong Rambut dan Pemberian Nama
“Anak yang baru lahir itu tergadai dengan akikahnya yang disembelih pada hari ketujuh dari hari kelahirannya, dan pada hari itu juga hendaklah dicukur rambutnya dan diberi nama.” (HR Ahmad dan Tirmidzi).

Dari hadis di atas, tampak jelas perintah tata cara berakikah, yakni menyembelih hewan (kambing, domba, unta, dan lainnya), mencukur rambut, dan diberikan nama yang baik. Hal yang demikian inilah yang diajarkan oleh Rasulullah SAW, baik untuk anak laki-laki maupun perempuan.

Adapun pelaksanaan pemotongan rambut ini oleh Rasulullah SAW disunahkan dilakukan pada hari ketujuh dari hari kelahiran. Hal ini menurut jumhur ulama memiliki status hukum sunah muakkadah (sunah yang sangat diutamakan), dengan berlandaskan pada hadis riwayat Ahmad dan Tirmidzi.

Tidak ada ketentuan apakah harus digundul atau tidak. Tetapi yang jelas pencukuran tersebut harus dilakukan dengan rata; tidak boleh hanya mencukur sebagian kepala dan sebagian yang lain dibiarkan.

Setelah rambut dicukur, orang tua sang bayi diperintahkan untuk menimbang rambut tersebut dengan perak, kemudian mengeluarkan sedekah seberat timbangan rambut itu. Hukumnya adalah sunah. Dalam kitab “Al-Muwaththa”, Imam Malik meriwayatkan bahwa Fatimah menimbang berat rambut Hasan dan Husein, lalu ia menyedekahkan perak seberat rambut tersebut.

Your Thoughts

widget-foot